WELCOME TO MY BLOG

Disini Anda bisa menambah wawasan Anda

Senin, 21 Maret 2011

teman selamanya

Kadang-kadang dalam hidup
Anda menemukan seorang teman khusus
Seseorang yang mengubah hidup Anda
hanya dengan menjadi bagian dari itu.

Seseorang yang membuat Anda tertawa
sampai Anda tidak bisa berhenti
Seseorang yang membuat Anda yakin
bahwa memang ada yang baik di dunia.
Seseorang yang meyakinkan Anda
bahwa benar-benar adalah membuka kunci pintu
hanya menunggu Anda untuk membukanya.
Ini Selamanya Persahabatan.

Ketika Anda sedang down,
dan dunia tampak gelap dan kosong,
Selamanya Teman Anda memberikan Anda  semangat
dan membuat dunia gelap dan kosong
tiba-tiba tampak cerah dan penuh.

Selamanya Teman Anda menemani Anda, saat sedih,
dan kebingungan.
Jika Anda berbalik dan berjalan pergi,
selamanya ia menjadi teman Anda
Jika Anda kehilangan arah,
panduan teman selamanya Anda
dan ia sorak-sorai.

Teman Anda selamanya memegang tangan Anda
dan memberitahu Anda bahwa
semuanya akan baik-baik saja.
Dan jika Anda menemukan seperti teman,
Anda merasa bahagia dan lengkap,
karena Anda tidak perlu khawatir.
Anda memiliki teman selamanya untuk hidup,
dan selamanya tidak memiliki akhir.

Senin, 28 Februari 2011

hati ini di bawa kemana

Hate can not remove the memories created  
Hate is not a loving heart luluhkan  
Hate only caused a sense of dismay in the hearts 
 Hate only generate hatred itself
Where will I take this heart  
Heart full of anxiety because of hate 
 Why does the human heart can hurt  
Why not just give people happy
As a Gibran once said about love 
 Let her hug you  
Although  behind his wings hurt
Love not only gives happiness  
But it also gives grief  
But sometimes sadness that is given love 
 It is a happiness of a lover
"It may be that you love something, 
but it is very bad for you.  
And could you hate something, 
but actually he was good for you. 
God knows while you do not know much.

Benci tak hilangkan kenangan yang tercipta
Benci tak luluhkan hati yang mencinta
Benci hanya timbulkan rasa gundah di hati
Benci hanya hasilkan kebencian itu sendiri

Kemana akan ku bawa hati ini
Hati yang penuh dengan kegundahan karena benci
Mengapa hati manusia bisa terluka
Mengapa manusia tak hanya di beri bahagia

Seperti seorang Gibran pernah berkata tentang cinta
Biarkanlah dia memelukmu
Walaupun Pedang2 di balik sayapnya melukaimu

Cinta tak hanya memberi kebahagian
Tapi juga memberi kesedihan
Tapi kadang kesedihan yang di berikan cinta
Adalah satu kebahagiaan seorang pecinta

"Boleh jadi kamu mencintai sesuatu, padahal ia teramat buruk
bagimu. Dan bisa jadi kamu membenci sesuatu, tetapi sebenarnya ia baik
bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak tahu banyak".  

Minggu, 16 Januari 2011

menanti dirimu

Tak bernyawa langkah hati menanti
Sebuah jawaban dari pujaan hati
Menanti dengan sejuta harap dimimpi
Hingga gundah seakan menemani
Setiap gerakan hati melampaui
Ketakutan akan kehilangan mimpi
Mimpi akan datangnya hari
Bersama sang belahan hat

penantian

Gemuruh dadaku makin
menyiksa..bagai gelegar suara
merapi dsana..aku coba
brtahan..walau trasa
sesak..makin sesak ketika ku
temukan namamu..prlahan
menetes air dpipi kananku..aku
terus dan masih ingat
kamu..andai kaki ini bisa
berlari,kan kuhampiri km jauh
disana..tp tubuhku ttp trpaku
dgn semua kesibukan yg kucari2
sendiri….
Masihkah ada asa itu…

Minggu, 09 Januari 2011

Cerpen Kehidupan "SALAHKAH KUDILAHIRKAN"

Seorang pemuda hidup mewah dirumahnya yang berlantai dua dan halaman super luas itu bersama 4 motor dan beberapa buah mobi mewah l hasil jerih payah orang tuanya yang bekerja sebagai juragan sapi terkenal di sebuah kota kecil di pinggiran Jawa tengah.

Dialah Bagus anak ke 2 dari 3 bersaudara, kakaknya Andi kuliah di universitas terkemuka di sebuah kota besar sedang menjalani semester akhir, adiknya Hana masih duduk di bangku Sma. Kehidupan mereka bagaikan pangeran dan putri di sebuah kerajaan dengan 5 pembantu dan 3 supir dan beberapa pelayan lainya, mereka dilayani, dijaga, dan diawasi kemanapun mereka pergi 

Hanya Bagus dan kakanya sajalah yang sekarang sudah tidak mau diawasi lagi karena mereka sudah besar, walaupun mereka hidup dalam kemewahan Orang Tuanya yang sudah bolak balik ke Mekah itu tidak ingin anak anak mereka terjerumus dalam dunai foya foya dan pergaulan bebas, karena itulah sejak kecil mereka digemlbeng dengan pendiidkan agama secara serius, mereka bertiga pun tak larut dalam kemewahan yang mereka miliki, bahkan Hana berangkat dan pulang sekolah pun masih naik angkot dan tidak mau diantar oleh ke 3 sopir yang setiap mengantar mereka kemananpun dia pergi.

Namun dengan semua kemewahan itu Bagus merasa kehilangan 2 hal yang paling penting dalam kehidupannya yaitu Sahabat dan Cinta, entah mengapa sejak kecil Bagus tak mempunyai teman, mereka minder berteman dengan Bagus anak seorang kaya raya di lingkungan mereka yang rata rata berekonomi rendah, memang rumah Bagus berada di sebuah lingkungan yang rata rata ekonominya rendah dan tak sepadan dengan Bagus, namun Bagus tidak ingin itu dijadikan sebuah alasan Pertemanan harus dipandang dengan status ekonomi seseorang.

Setiap Bagus mendekat dan ingin berteman dengan seorang anak pun,waktu demi waktu mereka meninggalkan bagus, pernah suatu ketika Bagus mempunyai teman waktu ia duduk di bangku smp, namanya Hasan, ia senang berteman dengannya begitu pula hasan, yang setiap kali diajak ke rumah Bagus disuguhi makanan yang belum pernah ia makan, dan mainan yang belum pernah ia mainkan,namun hari demi hari berlalu orang tua Hassan malu bila anaknya berteman dengan bagus mereka malu diejek para tetangga yang mengatakan Orang tua Hasan tak tau diri membiarkan anaknya berteman dengan seorang anak juragan yang sangat dihormati di lingkunagnnya, ahirnya Orang tua Hasan pun melarang hasan tuk berteman dengan Bagus, kembali ia sendirian dan sejak itulah Bagus tak ingin mencari teman lagi, ia memilih sendiri di kamarnya yang luas dengan ratusan mainan yang semakin bosan ia mainkan.

Di sekolah pun juga begitu teman temannya menganggap Bagus itu adalah orang kaya yang tak ingin berteman dengan mereka, hanya 1,2 orang yang menjadi teman Bagus dikala Smp dan Sma, bagus memilih menyendiri dikelas dan tak ingin bergaul dengan teman lain, di sekoalh ia dikenal sebgai pendiam yang sering murung, ia stres karena kehidupanya

Dalam hal percintaan pun begitu tak usah dibicarakn lagi Bagus adalah seorang pemuda yang lumayan ganteng, tak sedikit wanita yang ingin menjadi pacarnya, seperti halnya Ririn, gadis cantik sewaktu Sma yang juga menjadi ketua Osis itu terpikat dengan Bagus apalagi ia Ganteng, tajir pula. Ririn adalah cinta pertamanya Bagus, Bagus pun demikian ia mencintai Ririn karena memang ririn adalah Cewek yang cukup dikenal kecantikannya di sekolahnya itu.

Namun hari demi hari berlalu ririn rupanya hanya memanfaatkan kekayaan Bagus, ririn sangat matre, Bagus yang plin plan dan masih tak tau apa arti cinta itu pun mengangguk saja bila ririn meminta dibelikan sesuatu, dan tak bisa bilang apa apa bila ririn mengancamn akan memutuskan hubungan mereka

Tapi Bagus ahirnya sadar setelah 1 tahun dipermainkan oleh Ririn, setelah lulus Sma mereka berpisah tanpa kata "putus" Bagus tak punya nyali untuk mengatakan itu, ia menghilang, kuliah di luar kota tanpa sepengatahuan ririn.

Dalam masa2 kuliahnya itu ia mengenal seorang perempuan solehah bernama Dhea gadis bekerudung anak seorang pedagang daging itu ternyata sangat memikat hati si Bagus, setiap hari Bagus mengikuti kemanapun dhea pergi, tak jarang bila Dhea mengetahui bagus mengikutinya dan bertanya kepada Bagus, Bagus malah salah tingkah dibuatnya 

Tak bisa ia ucapkan kata "Aku cinta Kamu" ke Dhea hatinya bergejolak ketika berhadapan dengan dhea,bibrinya tak bisa mengatakan apa apa, ia takut namun setelah mencoba puluhan kali ia berhasil mengataknya walaupun hanya dalam telpon 

Hari demi hari bersama Dhea adalah hari terindah dalam hidup Bagus,Bagus malah berencana untuk melamar Dhea 5 tahun kedepan walau entah masih ada umur atau tidak,Bagus tak pernah apel pada malam hari karena pasti akan tertabrak Solat Isya jadi ia pun apel pada sore hari itupun bila ada waktu sja,hari hari mereka paling banyak dihabiskan di kampus 

Setiap hari Dhea diantar pulang ke kostnya oleh bagus dengan Mobil Honda Jazz warna putih keluaran terbaru di tahun itu hadiah pemberian buat Bagus dari bapaknya di ultahnya yang ke 19 ,hanya Baguslah yang berangkat - pulang kampus naik mobil teman2nya kebanyakan naik motor,tak pelak Dhea dan Bagus dijadikan bahan pembicaraan banyak teman2nya di kampus dan mereka bgiasa diejek dijuluki Raja dan ratu kampus 

Dhea malu dengan julukan itu Bagus pun ia,akhirnya Dhea meminta Bagus agar tak mengantar ia dengan mobilnya,Bagus pun menyutujuinya namun karena Bagus tidak kost namun selalu pulang ke Rumah di luar kota itu menjadikan ia harus selalu membawa kendaraan ia bingung,pada akhirnya Bagus pun membawa motor ninjanya ,namun masih saja dijadikan pembicaraan karena pada tahun itu motor ninja 250r masih menjadi barang langka orang yang punya motor dikota itu bisa dihitung jari pada tahun itu

Akhirnya dhea bingung dan memutuskan tidak mau lagi diantar oleh Bagus,Bagus menolak karena ia tak tega melihat Dhea pulang sendirian apalagi jarak kostnya cukup jauh dari kampus dan bila terlalu sore ia pulang tak ada angkutan dan ahirnya Dhea harus jalan kaki,

Bagus akhirnya hanya dapat memandangi kekasihnya itu berjalan pulang sendirian dan tak bisa lakukan apa2.Suatu hari Bagus mengajak Dhea ke rumahnya,Dhea nampak terkejut melihat rumah bagus yang sangat besar dibalik tembok tinggi yang mengitarinya,ketika masuk Dhea sngat malu dan minder masuk kedalam rumah besar itu,setelah bertemu orang tua Bagus ia perkenalkan Dhea kepada kedua orang tua Bagus,dan menceritakan hubungan mereka.

Kesokan harinya Dhea mengajak Bagus ke rumah Dhea yang berada di pelosok desa,kehadiran mobil bagus di desa itu seperti menjadi tonotnan yang sangat jarang dilihat penduuk desa itu,desanya sangat pelosok bahkan jalannya pun masih berbatu dan belum diaspal,disektar jalan nampak pohon pohon bambu rindang menutupi cahaya matahari diatasnya

Orang tua Dhea terkejut melihat sebuah mobil mewah parkir didepan rumah mereka,setelah masuk Dhea memperkenalkan Bagus kepada orang tuanya,bagus pun bercerita asal rumahnya darimana,mendengar asal rumah bagus,Bapak Dhea bertanya kepada bagus "kamu anak siapa?",Bagus menjawab "Pak Bambang" ,"Pak bambang yang juragan sapi itu?" tanya bapak dhea"," nggih leres" (iya benar) ternyata Bapak Bagus adalah juragannya Bapak dhea yang pedagang daging itu,bapak dhea nampak kaget anaknya berpacaran dengan seorang pemasok daging nomer 1 di pasar tempat ia berjualan 

Setelah lama bercakap cakap,Bagus pamit pulang kepada orang tua Dhea,setelah pergi ternyata bapak Dhea memberi tahu pada si Dhea agar tidak berpacarn lagi dengan Bagus,Orang tuanya malu akan dikira tak tau diri bila anaknya berpacaran dan berjodoh dengan si Bagus anak Juragannya itu,Si Bapak takut harga dirinya terinjak injak bila Dhea berjodoh dengan Bagus,Dhea menolak,namun ia tak bisa berbuat apa apa,dia hanya bisa menangis di kamarnya

Keesokan harinya Bagus bingung atas sikap dhea yang begitu berbeda Bgus bertanya "kamu kenapa? kok sedih gt?", "Mas,aku gak bisa lagi pacaran sama kamu", "kenapa?" tanya bagus kaget ," pokoknya q gak mau lagi pacaran, n ketemu kamu lagi!" Dhea berlali sambil emnangis, sebetulnya hatinya hancur sangat megatakan itu, Bagus hanya diam melihat kekasihnya pergi hatinya hancur berkeping keping sakit sekali rsanya

Segala cara dilakukan Bagus untuk kembali ke pelukan dhea, namun dhea menolaknya ia tak menceritakan tentang kenapa ia melakukan haal tersebut kepada Bagus, namun hari demi hari bagus tau alasanya oleh teman di dhea, Bagus pun lemas, ia merasa kecewa hanya karena status sosial dia tak bisa mendapatkan Sahabat dan kini Cinta yang ia sangat butuhkan...

Bagus hanya merenungi diri dikamar.. "Salahkah aku dilahirkan didalam keluarga ini.

Senin, 11 Oktober 2010

pengalamanku yg tak seberapa

Setelah aq tamat dan diinyatakan lulus dari SMA, hatiku senang tak karu-karuan. Impianku untuk melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi semakin menggebu-gebu. Aq terbayang akan cita-citaku. Alangkah bahagianya aq saat itu.

Sebulan setelah pengumuman lulus, aq berangkat ke kota untuk mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. Waktu itu aq berangkat dengan saudaraku laki-laki dan tiga orang teman satu kampungku. Tujuan kami berlima sama yakni untuk mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. Kami berlima sangat semangat dan optimis bisa masuk perguruan tinggi.saat itu aq sangat berharap bisa masuk STAN. Sejak masuk SMA aq menyukai pelajaran B.Inggris dan ekonomi/akutansi. Dan kedua pelajaran itu sangat mendukung untuk bisa masuk sekolah tersebut. Aq optimis banget bisa masuk sekolah itu apalagi waktu SMA aq termasuk siswa berprestasi di sekolah. Aq juara I di kelas sekaligus juara I paralel di sekolahku waktu kelas II dan III SMA. Aq juga pernah meraih juara I olimpiade ekonomi se-kabupaten.

Hanya saja saat itu,diantara kami berlima hanya aq sendiri yang ngambil jurusan IPS (ilmu social), mereka berempat ngambil jurusan IPA (ilmu alam). Mereka sering diskusi bareng, mereka mengikuti bimbingan belajar. Pokoknya setiap hari mereka selalu sama. Beda dengan aq, setiap hari aq belajar sendiri, aq ga ikut bimbingan belajar karena aq ga punya teman untuk ikut bimbingan waktu itu. Karena tiap hari di rumah aja, aq ketinggalan informasi ternyata pendaftaran untuk ikut ujian STAN udah tutup. Aq sangat kecewa, pengen nangis rasanya waktu itu. Seandainya bisa hari itu juga aq pengen balik ke kampong dan gak ingin ikut ujian SNMPTN lagi. Tapi karena kakak, abang, dan orangtuaku aku terpaksa harus mengikuti ujian itu. Aq gak pernah lagi belajar, tiap hari kerjaanku tidur dan liat-liat kakak ku kerja di salonnya.

Pada tanggal ujian yang ditentukan, Kami pun mengikuti ujian tersebut. Hari pertama aq ujian, perasaanku biasa-biasa saja tak seperti peserta ujian lainnya yang semuanya Nampak serius sekali membahas soal-soal yang dibagikan panitia. Aq santai-santai saja memjawab soal-soal itu. Sekali baca terus jawab tanpa ada pertimbangan apa-apa. Yang ada dipikiranku saat itu adalah “yang penting selesai, lembar jawaban berisi semua”. Benar atau tidak itu urusan belakang. Demikian juga hari kedua, tak beda jauh dari hari pertama.

Waktu abangku menanyakan pengalamanku waktu ujian, aq berpura-pura menjawab dengan serius kalau aq kesusahan waktu jawab soal. Ku bilang aja kalau soal-soalnya sulit dan lagi membingungkan. Aq pura-pura khwatir gak bisa lulus.

Dua minggu setelah ujian, keluarlah pengumuman hasil ujian. Saat itu aq tak perduli, teman-temanku ujian tadi sudah pada pulang kampung. Hanya aq yang tetap tinggal di medan, aq menginap di rumah saudaraku yang perempuan. Saudaraku ini udah menikah dan udah punya dua anak. Aq disuruh tinggal di sana biar bisa sekaligus belajar salon. Karena saudaraku ini buka salon di rumahnya. Waktu itu aq gak melihat pengumuman, aq tidur aja di rumah.

Sore harinya saudaraku yang dikampung menelfon aq, dia ternyata udah ngeliat pengumuman. Lalu dia nanya aq lulus apa gak, dengan santai aq bilang kalau aq tidak menang. Dia lalu ketawa, terus dibilangnya kalau aq bercanda. Aq coba meyakinkan dia tapi dia ga mau percaya, disuruhnyalah aq liat Koran. Rupanya siap nelfon suami kakakku pulang dari kantornya dan lansung manggil aq sambil bawa Koran di tangannya. Dengan senyum di salamnya aq, ditunjukkannya namaku di Koran itu. Ternyata aq diterima di salah satu PTN di Medan. Aq terkejut, heran dan bahagia. Pokoknya nano-nano lah prasaanku waktu itu. Setelah kuperiksa ternyata benar, disitu tertulis namaku dan nomor ujianku. Dan aq di terima di UNIMED Fakultas Ilmu Sosial jurusan P.Sejarah.

Aq agak ragu juga saat itu, mau kuambil atau ku biarin aja. Tapi orangtua di kampong menasehati aq dan menganjurkan agar aq ambil aja tuh jurusan. Karena kesempatan gak datang dua kali. Aq pun pasrah dan terima aja anjuran mereka dan kemudian pergi ke UNIMED untuk daftar ulang.

Kala itu aq masih baru menginjak bangku kuliah, aq belum tahu apa-apa dan bagaimana situasi kehidupan di kampus. Waktu itu aq nyerah banget, aq gak kuat ngejalanin semua peraturan di kampus itu. Banyak banget yang harus diurusi, belum lagi jarak kampus ke rumah kakak ku yang lumayan jauh, angkotnya lagi sangat terbatas, udah gitu jam 8 udah harus sampai di kampus. Pokoknya tersiksa bangetlah prasaanku saat itu.

Aq juga belum kenal betul dengan kota Medan. Sifat kekanak-kanakan dan kebiasaan-kebiasaan dari kampong masih terbawa-bawa. Apalagi status sebagai anak bungsu yang terbiasa di manja masih sangat melekat dalam diriku. Aq masih sangat lugu dan tak tahu menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Aq bertindak seperti yang biasa kulakukan di kampung. Aq tak biasa hidup mandiri.

Setiap hari aq bangun kesiangan, setelah itu bersantai-santai terus mandi. Aq tak peduli dengan orang-orang di sekelilingku yang resah dengan kelakuanku. Kubiarkan saja mereka melakukan aktivitas mereka dan aq dengan aktivitasku. “masa bodoh” hanya itu yang ada di dalam pikiranku.

Rupanya kakakku mulai tak suka dengan kelakuanku yang masa bodoh, dia jadi jarang berkomunikasi dengan aq, dia tak pernah menanyakan masalah-masalahku di kampus, dia selalu sibuk dengan kerjaannya. Aq pun mulai tak merasa nyaman tinggal dirumah itu, kakak ku sering emosian, marah-marah tak menentu. Apalagi keadaannya yang masih menompang di rumah mertuanya.

Satu semester sudah kujalani di bangku kuliah, sungguh masa yang sangat lama bagiku. Banyak hal yang membuat diriku berubah. Namun, aq merasa diriku adalah seorang pribadi yang baik.kebiasaan-kebiasaanku belum bisa hilang.

Tepatnya liburan semester sekaligus natal dan tahun baru, aq pulang ke kampong. Demikian juga dengan kakak ku sekeluarga, mereka juga pulang pada malam tahun baru. Pada saat itulah aq ngerasa sedih banget. Pada malam itu semua anggota keluarga kami berkumpul untuk melaksankan kebaktian akhir tahun. Setelah kebaktian selesai, kami bersalam-salaman dan saling memafkan satu sama lain. Sesudah acara selesai semua kwan-kawanku berdatangan ke rumah, kami pun ngobrol di ruang tamu, tertawa dan saling ngeledek. Tiba-tiba aq dipanggil kakakku dan aku pun menemui mereka.

Setelah duduk di samping mama ku, kakak ku lalu ngomong dan dia bilang kalau nti aq dah balik ke Medan, aq gk tinggal di rumahnya lagi. Aq disuruh ngekost. Aq sangat kaget, trus dia ngejelasin kalau keputusannya itu diambil bukan karena dia tak suka sama ku, tapi karena sifatku yang gak peduli apapun dan yang lebih parah lagi dia bilang kalau gara-gara aq dia sering berantam dengan suami dan mertuanya. aq makin sakit hati, aq tak terima atas tuduhannya. Aq langsung nangis dan spontan menjawabnya kalau aq setuju banget ngekost. Dan aq berjanji dalam hati kkalau aq gak akan pernah menginjakkan kkakiku lagi di rumah itu. Mamaku berusaha menenangkan hatiku, tapi aq dah gak sanggup lagi menahan air mataku. Aq sungguh tak menyangka kalau kakakku akan berkata seperti itu. Mamaku pun seolah-olah percaya sama semua perkataan kakakku itu dan ia pun menasehati ku banyak hal. Kemudian mamaku memutuskan agar aq tinggal di rumah kakak ku yang pertama yang kebetulan rumahnya juga dekat dengan rumah kakakku yang tadi. Aq ngerasa senang karena aq lebih kompak dan lebih bisa terbuka sama kakakku yang pertama ini. Dan kakakku itu pun setuju. Tetapi tiba-tiba suami kakakku yang tukang salon tadi ngomong dan meminta agar aq tidak usah pindah. Ntah apa alasannya aq tak tahu. Yang jelas waktu itu aq langsung perggi menemui teman-temanku, dan mereka kutinggalkaan masih terus membicarakan masalah itu. Aq kurang tahu apa saja yang mereka bahas slanjutnya. Dan keputusannya aq harus tetap tinggal dirumah kakakku itu juga sampai sekarang

Sabtu, 09 Oktober 2010

NgaTasiN MinDeR di DePaN GeBeTaN

Minder di depan gebetan ? Wah! Ini namanya bencana! Bisa-bisa dia ilfill gara-gara liat kelakuan kita yang ajaib. Makanya, sebelum ketimpa sial dua kali, buruan atasi tuh minder. Nih beberapa triknya!

bAnYaK-bAnYaK nEbAr SeNyuM

Senyum bikin orang keliatan charming. Senyum bikin orang keliatan ramah. Senyum bikin orang keliatan tulus. Tapi yang paling penting, senyum bisa nutupin ‘aura’ salting! Karena minder ataupun karena kege-eran. Jadi, kalo pas lagi hadap-hadapan sama gebetan tiba-tiba badan kita kayak bajaj, nah, mulai deh banyak-banyak nebar senyum. Biar ‘ga keliatan! Dan biar dia punya penilaian bagus ke diri kita.

NgajaK NgobRoL duLuaN

Biasanya orang kalo minder cenderung jadi pendiam kayak arca. Huh! Mungkin lantaran tegang kali yeee. Padahal kalo situasinya kayak gini tuh malah jadi tau kalo kita minder. Terus, gimana caranya biar ‘ga tegang? Ya ngobrol! Dan bakal asyk lagi kalo kita duluan yang ngebuka pembicaraan. Soalnya kalo kita duluan yang ngeduluan nyari topik, otomatis pikiran kita terfokus disitu, ‘ga lagi sibuk mikirin minder, apalagi kalo topic yang kita lempar dapet sambutan bagus. Minder? Udah lupa Tuh!

BaWa baRaNg aTaU MaKaNaN

Trik lain, bawa sesuatu yang bisa dipake bareng-bareng dengan gebetan. Bisa barang (kayak komik, majalah, atau discman), bisa juga makanan. Jadi kalo udah nggak bisa senyum atau ngajak ngobrol karena kelewat grogi, sodorin aja tuh makanan atau barang yang kita bawa. Nah, kalo baca komik bareng atau ngemil kacang bareng, masak sih suasana ‘ga jadi cair (es kali cair, he3x)?

Sok PeDe Aje !

Minder itu kan karena kitanya yang ‘ga pede. So, kalo kita mau ngelawan rasa minder, sok pede aja! Pasang tampang adem dan lempeng, terus pasang sikap tenang dan gentleman. Emang ‘ga gampang. Makanya kalo kita mau mencoba trik ini makanya kita harus bermain-main dengan pikiran kita sendiri. Misalnya, mikirin kelebihan-kelebihan diri kita. Lebih ampuh lagi, pikirin aja kalo gebetan kita itu pada dasarnya sama aja minder juga sama kita. Cuma sok pedenya jangan sampe kelewatan. Tar keluarnya malah over acting! Nyebeli
n!